Pembelajaran Tatap Muka DI Masa Transisi

Pembelajaran Tatap Muka Di Masa Transisi

Others

Di awal pandemi, pemerintah menerapkan prinsip mengutamakan kesehatan dan keselamatan dalam memberikan pendidikan yang memperhatikan tumbuh kembang anak dan hak-hak anak selama pandemi. Selain itu pihak sekolah juga diharuskan untuk menyediakan tempat sanitasi seperti tempat cuci tangan portabel, wastafel, sabun dan air mengalir. Kebijakan pembatasan pembelajaran dilakukan secara bertahap  untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga hasil yang maksimal dan terukur.

Untuk mencapai pembelajaran tatap muka selama masa transisi ke new normal, orang tua atau wali siswa tetap terlibat dalam menentukan sistem pembelajaran yang diinginkan, setelah pembelajaran online atau tatap muka. Mencegah diskriminasi terhadap anak yang masih memilih untuk belajar di rumah. Keduanya terkait dengan topik atau tugas kelas. Perlengkapan yang disediakan sesuai dengan kondisi anak.

Selama masa transisi, seluruh siswa diwajibkan menggunakan masker medis 3 lapis atau masker KN95 bagi siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. Selain menggunakan masker 3 lapis sesuai anjuran pemerintah, siswa juga ingat untuk mencuci tangan saat memasuki halaman sekolah, memeriksa suhu tubuh, tidak menjejalkan dan selalu menjaga jarak saat datang ke sekolah sesuai prosedur kesehatan.

Di sekolah, semua siswa wajib membawa bahan ajar sendiri dan tidak boleh menyimpannya di kelas. Berikut perlengkapan yang harus dibawa oleh siswa, antara lain buku pelajaran, alat tulis, hand sanitizer, air minum dalam kemasan sedotan, dan bahan belajar yang disediakan  oleh masing-masing siswa. Siswa tidak diperbolehkan untuk bertukar dokumen. Siswa tidak diperbolehkan melakukan aktivitas makan selama pembelajaran tatap muka. Bagi siswa yang datang ke sekolah dengan pilek atau batuk, disarankan agar siswa tersebut beristirahat di ruang isolasi yang  disediakan oleh sekolah sebelum dijemput oleh orang tuanya.

Para siswa antusias dan puas dengan keterbatasan belajar ini, meskipun tidak semua dapat mengikuti pembelajaran dan tidak sepenuhnya bersatu kembali dengan teman sebayanya. Banyak siswa yang sembuh dari kerinduannya melalui pembelajaran tatap muka, meski harus menjaga jarak.

Dalam pembelajaran tatap muka, kreativitas guru memegang peranan penting. Mulai dari metode pembelajaran dan juga dari materi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, dalam waktu  singkat guru membuat materi pembelajaran sekreatif mungkin agar pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan, terutama untuk sekolah dasar. Dengan waktu pertemuan yang singkat, semoga pembelajaran  berjalan dengan baik dan siswa  lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Selama di kelas, guru mengajak siswa untuk lebih aktif dengan bertanya dan berdiskusi. Menjadikan pembelajaran  hidup, menarik dan dapat dipahami oleh siswa. Sebelum kelas berlangsung, mintalah siswa  untuk memecahkan kaca agar mereka dapat belajar lebih semangat dan fokus kembali, terutama  yang belajar sampai sesi 2. Dan juga pada pelajaran kedua, guru menemui siswa yang tidak mau melakukan pembelajaran tatap muka melalui zoom. Diharapkan dengan diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), siswa dan guru dapat menciptakan suasana belajar  mengajar yang nyaman, menyenangkan, dan berkesan bagi siswa yang ingin belajar tatap muka. . Dan jangan lupa untuk memperhatikan siswa yang masih mengambil kursus pembelajaran jarak jauh.

Begitulah kondisi kegiatan belajar mengajar pada masa transisi ini, oleh sebab itu lembaga pendidikan selain sekolah seperti penyedia bimbel masuk akpol, Kursus atau Les juga dapat melakukan kegiatan tatap muka untuk belajar mengajar dengan tetap mengikuti protokol dan pembatasan yang saat ini sedang berlaku.